Minggu, 04 Desember 2011

PRINSIP DAN PROSEDUR PERENCANAAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN 2 PART 2)

B. PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Sebelum berbicara lebih jauh tentang Prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran, alangkah baiknya perlu kita ketahui terlebih dahulu prinsip-prinsip belajar dan mengajar dalam rangka  untuk pengembangan pembelajaran, antara lain :

1.       Prinsip Kesiapan (Readiness)
Proses Belajar mengajar sanagt dipengaruhi oleh kesiapan individu sebagai subyek yang melakukan kegiatan belajar.
Artinya kondisi fisik/psikis (jasmani/mental) individu yang memungkinkan subyek dapat melakukan belajar.
2.       Prinsip Motivasi (motivation)
Tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tutjuan   tertentu  (morgan,1986)
Peserta didik memiliki motivasi :
1)      Akan bersungguh-sungguh
2)      Berusaha keras dan meluangkan waktu cukup
3)      Terus bekerja sampai tugas-tugas selesai
Sumber motivasi :
1)      Motivasi instrinsik
2)      Motivsi ekstrensik

3.       Prinsip perhatian
Merupakan strategi kognitif yang mencakup 4 Ketrampilan :
1)      Berorientasi pada suatu masalah
2)      Meninjau sepintas isi masalah
3)      Memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan
4)      Mengabaikan semuah yang tidak relevan
4.       Prinsip persepsi
Adalah suatu proses yang bersifat komplek yang menyebabkan orang dapat menerima /meringkas informasi yang di peroleh lingkungannya.
5.       Prinsip retensi
Adalah apa yang tertinggal dan dapat di ingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu.
Prinsip-prinsip retensi :
1)      Isi pembelajaran yang bermakna akan lebih mudah di ingat di bandingkan dengan isi pembelajaran yang tidak bermakna.
2)      Benda yang jelas dan kongkrit akan lebih mudah di ingat.
3)      Isi pembelajaran yang bersifat kontekstual atau serangkaian kata-kata yang mempunyai kekuatan asosiatif.
4)      Tidak ada perbedaan antara retensi dengan apa yang telah di pelajari peserta didik yang mempunyai berbagai tingkatan IQ

Cara-cara meningkatkan retensi belajar
1.       Usahakan isi pembelajaran di susun dengan baik dan bermakna
2.       Pembelajaran dapat di bantu denganjembatan keledai ( mac monic)
3.       Berikan resitasi .
4.       Susun dan sajikan konsep yang jelas
5.       Berikan latihan pengulangan terutama untuk pembelajaran ketrampilan motorik

6.       Prinsip transfer

Suatu proses di mana sesuatu yang pernah di pelajari dapat mempengaruhi proses dalam mempelajari sesutu yang baru.
Lebih jelasnya adalah pengaitan pengetahuan yang sidah di pelajari dengan pengatahuan yang baru di pelajari.
Bentuk-bentuk transfer
1.       Transfer positif
2.       Transfer negatif
3.       Tramsfer nol

Pembelajaran dulunya pengajaran = upaya untuk mempelajarkan siswa(degeng.  1989)
Konsep pembelajaran mengandung implikasi
                                                                    I.            Perlu di upayakan agar menjadi proses belajar mengajar yang interaktif antara peserta didik dan sumber belajar yang di rencanakan
                                                                  II.            Di tinjau dari sudut peserta didik mengandung makna bahwa terjadi proses internal interaksi antara seluruh potensi individu dengan sumber-sumber belajar yang dapat berupa pesan-pesan ajaran.
                                                                III.            Di tinjau dari pemberi rangsangan mengandung makna pemilikan penetapan dan pengembangan metode pembelajran yang memberikan kemunglki baiknan masing-masing
Adapun Kriteria dalam penyusuna perencanaan pembelajaran harus memegang prinsip-prinsip sebagai berikut, yaitu :
1.       Signifikansi, artinya kebermaknaan, bahwa perencanaan pembelajaran hendaknya bermakna agar proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien.
2.       Relevan, artinya sesuai, bahwa perencanaan pembelajaran yang kita susun memiliki kesesuaian baik internal maupun eksternal.
3.       Kepastian, artinya sesuatu yang dijadikan pedoman dalam perencanaan pembelajaran bersifat pasti, tidak lagi memuat lalternatif-alternatif yang bisa dipilih, akan tetapi berisi langkah-langkah pasti sehingga dapat meminimalisir persoalan yang timbul secara tak terduga.
4.       Adaptabilitas, artinya bersifat lentur atau tidak kaku, bahwa perencanaan pembelajaran disusun untuk diimplementasikan dalam berbagai keadaan dan berbagai kondisi.
5.       Kesederhanaan,artinya perencanaan pembelajaran mudah diterjemahkan dan mudah diimplementasikan.
6.       Prediktif, artinya perencanaan pembelajaran memiliki daya ramal yang sangat kuat.

Prosedur perencanaan pembelajaran
Dalam penyusunan perencanaan pembelajaran, langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut :
1.       Merumuskan tujuan khusus
Adapun rumusan tujuan pembelajaran, harus meliputi domain kognitif, afektif, dan domain psikomotorik.
2.       Pengalaman belajar   
3.       Kegiatan belajar mengajar
4.       Orang-orang yang terlibat
5.       Bahan dan alat
6.       Fasilitas fisik
7.       Perencanaan Evaluasi dan pengembangan

Lebih jelas di paparkan oleh Slameto (1991 : 47) bahwa prosedur pengembangan rancangan pembelajaran meliputi :   
1. Persiapan, Yang berisi : 
a.       Kaji dan pahami baik-baik tujuan kurikulum.
b.      Kenali dan pahami karakteristik siswa yang mengikuti pelajaran, meliputi :
1.      kemampuan awal siswa
2.      karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan
3.      Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang
c.       Renungkan kembali dan buat analisa. 
d.      Rumuskan Tujuan Instruksional Umum dan Khususnya. 
e.       Susun Alat Evaluasi.  
f.       Memanfaatkan Buku Sumber
g.      Pemilihan Materi berdasarkan karakteristik tertentu.
h.      Rancang Strategi Belajar mengajar
2. Susun satuan Acara Pelajaran




 Bahan bacaan :
1.      Hamzah, 2011, Belajar dengan Pendekatan PAILKEM, Jakarta : Pena Grafika
2.      Muhaimin, 2001, Paradigma Pendidikan Islam, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya
3.      Slameto, 1991, Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester, Jakarta : Bumi Aksara
4.      Rusman, 2011, Model-model Pembelajaran, Jakarta ; Raja Grafindo Persada.
5.      UUSPN, No 20 tahun 2003

1 komentar: